Staf khusus kepresidenan, Andi Taufan Garuda Putra bertemu dengan sejumlah pelaku UMKM di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi pada hari Rabu (29/01/2010).
Untuk menyerap langsung berbagai usulan dan permasalahan yang dialami, Andi Taufan langsung dengan para pelaku usaha.
Andi mengatakan bahwa dirinya berdiskusi dengan pak presiden setiap dua minggu atau sebulan sekali tentang bagaimana cara agar UMKM di Indoensia bisa naik kelas. Hasil dari dialog dengan pelaku UMKM ini, menjadi bahan nanti untuk menyampaikan inovasi-inovasi pengembangan UMKM.
"Secara holistik untuk meningkatkan UMKM, yang pertama adalah masalah produk, bagaimana menambah value pada desain kemasan dan lain sebagainya. Selanjutnya adalah kompetensi dalam menajemen keuangan. Dan yang terakhir, adalah keterbatasan akses pasar," lanjutnya.
Dari hasil dialog tersebut, tantangan UMKM berkisar pada tiga hal yaitu produk, manajemen keuangan, dan akses pasar.
Menurut Andi, dari tiga hal tersebut Banyuwangi jauh lebih progresif dalam pengembangan UMKM. Salah satunya adalah dengan gelaran event festival yang dilaksanakan Pemkab setiap tahun.
Andi menjelaskan, "Hal ini mampu membuka market baru. Sehingga UMKM Banyuwangi dapat terus bertumbuh secara merata, tidak hanya terpusat hanya di satu titik desa ataupun kelurahan tertentu. Seperti pasar wit-witan dan sejumlah pasar-pasar lainnya,".
Andi juga mengapresiasi upaya Pemkab Banyuwangi mendirikan Rumah Kreatif untuk mendampingi para pelaku UMKM. Tak hanya meningkatkan kualitas produk, tapi juga membina para pelaku UMKM ke dunia marketplace.
"Saya rasa apa yang dilakukan Banyuwangi, sangat progresif. Semoga ini bisa dicontoh di daerah lain," ujar pendiri Lembaga Keuangan Amartha itu.
Sebelumnya Anas mengatakan telah memfasilitasi dan mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh Pemkab Banyuwangi. Seperti halnya Rumah Kreatif yang mendapat apresiasi dari Staf khusus kepresidenan tersebut.
Bupati Anas juga mengatakan bahwa sejak 2015 pemkab Banyuwangi telah mengerjakan inovasi pengembangan bidang UKM dengan adanya marketplace lokal yaitu www.banyuwangi-mall.com.
Marketplace ini dikendalikan langsung oleh tim rumah kreatif. Ada banyak layanan edukasi publik yang dapat dimanfaatkan langsung untuk menunjang pertumbuhan omzet penjualan pelaku UKM di Banyuwangi. Seperti desain kemasan, branding produk, foto produk, pemasaran online, dan masih banyak lainnya.
"Semua fasilitas pelayanan itu diberikan secara gratis. Banyak yang telah mendapatkan manfaat dari fasilitas ini yang berbuah pada pengembangan usaha mereka," ungkap Anas.
Sumber : https://www.banyuwangikab.go.id/
Untuk menyerap langsung berbagai usulan dan permasalahan yang dialami, Andi Taufan langsung dengan para pelaku usaha.
Andi mengatakan bahwa dirinya berdiskusi dengan pak presiden setiap dua minggu atau sebulan sekali tentang bagaimana cara agar UMKM di Indoensia bisa naik kelas. Hasil dari dialog dengan pelaku UMKM ini, menjadi bahan nanti untuk menyampaikan inovasi-inovasi pengembangan UMKM.
![]() |
| Foto : banyuwangikab.go.id |
"Secara holistik untuk meningkatkan UMKM, yang pertama adalah masalah produk, bagaimana menambah value pada desain kemasan dan lain sebagainya. Selanjutnya adalah kompetensi dalam menajemen keuangan. Dan yang terakhir, adalah keterbatasan akses pasar," lanjutnya.
Dari hasil dialog tersebut, tantangan UMKM berkisar pada tiga hal yaitu produk, manajemen keuangan, dan akses pasar.
Menurut Andi, dari tiga hal tersebut Banyuwangi jauh lebih progresif dalam pengembangan UMKM. Salah satunya adalah dengan gelaran event festival yang dilaksanakan Pemkab setiap tahun.
Andi menjelaskan, "Hal ini mampu membuka market baru. Sehingga UMKM Banyuwangi dapat terus bertumbuh secara merata, tidak hanya terpusat hanya di satu titik desa ataupun kelurahan tertentu. Seperti pasar wit-witan dan sejumlah pasar-pasar lainnya,".
Andi juga mengapresiasi upaya Pemkab Banyuwangi mendirikan Rumah Kreatif untuk mendampingi para pelaku UMKM. Tak hanya meningkatkan kualitas produk, tapi juga membina para pelaku UMKM ke dunia marketplace.
"Saya rasa apa yang dilakukan Banyuwangi, sangat progresif. Semoga ini bisa dicontoh di daerah lain," ujar pendiri Lembaga Keuangan Amartha itu.
Sebelumnya Anas mengatakan telah memfasilitasi dan mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh Pemkab Banyuwangi. Seperti halnya Rumah Kreatif yang mendapat apresiasi dari Staf khusus kepresidenan tersebut.
![]() |
| Foto : banyuwangikab.go.id |
Bupati Anas juga mengatakan bahwa sejak 2015 pemkab Banyuwangi telah mengerjakan inovasi pengembangan bidang UKM dengan adanya marketplace lokal yaitu www.banyuwangi-mall.com.
Marketplace ini dikendalikan langsung oleh tim rumah kreatif. Ada banyak layanan edukasi publik yang dapat dimanfaatkan langsung untuk menunjang pertumbuhan omzet penjualan pelaku UKM di Banyuwangi. Seperti desain kemasan, branding produk, foto produk, pemasaran online, dan masih banyak lainnya.
"Semua fasilitas pelayanan itu diberikan secara gratis. Banyak yang telah mendapatkan manfaat dari fasilitas ini yang berbuah pada pengembangan usaha mereka," ungkap Anas.
Sumber : https://www.banyuwangikab.go.id/


EmoticonEmoticon